db

db
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Rabu, 20 April 2016


Cermati - Sudah merupakan impian semua orang untuk bebas secara finansial. Banyak di antara kita yang berusia 20-an membuat kesalahan keuangan karena kurang pengetahuan, yang dapat mengakibatkan utang dan permasalahan keuangan lainnya. Maka penting untuk mengatasi masalah keuangan kamu sekarang, dan simak 7 kesalahan umum yang dilakukan orang muda berusia 20-an dan kerap kali tak disadari.

1. Membelanjakan Uang Hanya Untuk Senang-Senang

Banyak mereka yang masih muda menghabiskan uang terlalu banyak untuk membuat perasaan mereka lebih baik, padahal menghabiskan uang karena faktor perasaan dan impulsif dapat berakibat buruk pada kebiasaan kamu. Hindari pergi berbelanja jika Kamu mengalami hari yang buruk, karena hanya akan membuat perasaan lebih baik untuk sementara saja. Ubahlah kebiasaan dengan menabung karena akan membuat kamu lebih bahagia dan lebih puas dalam jangka panjang.

2. Tidak Punya Tabungan Darurat

Saat usia Kamu dua puluhan, memiliki cukup uang di bank untuk membayar sewa dan membeli makanan tentunya membuat kamu merasa leih dari cukup. Namun, perencanaan keuangan untuk keadaan darurat wajib dilakukan. Sekarang mungkin Kamu aman-aman saja, namun tidak ada yang dapat meprediksikan keuangan di masa depan, kan? Niscaya, dengan menabung, Kamu akan memiliki tabungan yang cukup untuk beli mobil, atau menambah deposit untuk membeli rumah. Cobalah untuk membuat tabungan setidaknya 6 bulan biaya hidup untuk masa depan.

3. Tidak Berinvestasi

Investasi mungkin tampak membosankan dan membingungkan ketika Kamu masih di usia 20-an, namun investasi bisa memberi keuntungan pada keuangan. Jika Kamu memutuskan untuk melakukan investasi, carilah informasi dan saran dari profesional. Investasi yang buruk adalah jenis investasi yang hanya akan buang-buang uang. Tetapi jika memiliki pengetahuan yang cukup, Kamu bisa melakukan investasi yang akan mengubah hidup Kamu secara finansial.

4. Berhemat Namun Gagal

Seringkali anak muda ketika berada dalam situasi keuangan yang buruk, langsung memutuskan 100% untuk keluar dari utang dan menabung, serta tidak menyisihkan uang lebih. Cara ini tentunya membuat Kamu kemungkinan besar akan membelanjakannya secara lebih. Nah, bukan begitu cara tepatnya. Sebaiknya tetap disisihkan dalam jumlah kecil, seperti uang mingguan. Pastikan itu adalah jumlah yang kecil, tetapi Kamu habiskan untuk apa pun yang Kamu inginkan. Hal ini akan membantu Kamu untuk menyimpan dan membayar utang, karena jauh lebih kecil kemungkinan kamu berpesta menghabiskan uang di kemudian hari.

5. Pindah dari Rumah Orang Tua Terlalu Dini

Setelah seumur hidup tinggal di rumah, banyak diantara kamu yang berusia 20-an pastinya tidak sabar untuk pindah dan tinggal sendiri. Belajar untuk mandiri memang baik, namun ada baiknya mempertimbangkan tinggal di rumah untuk sedikit lebih lama, karena kamu bisa menyimpan banyak uang untuk tujuan masa depan kamu. Tanyalah pada diri kamu sendiri, apakah saya perlu untuk segera pergi, atau apakah saya bisa meninggalkan rumah dalam 3 bulan? Berapa banyak uang yang ingin saya simpan sebelum pindah?

6. Tidak Menentukan Tujuan Finansial Jangka Panjang

Kebanyakan orang di usia dua puluhan memiliki tujuan keuangan jangka pendek, seperti membayar sewa dan tagihan. Namun, jika Kamu mampu untuk menetapkan tujuan keuangan jangka pendek, kemungkinan Kamu mampu untuk mengatur yang jangka panjang juga. Putuskan berapa banyak uang yang Kamu ingin simpan dalam setahun, dan mulai lah mencapai tujuan itu. Suatu hari, Kamu mungkin ingin memulai bisnis atau membeli rumah. Karena itu menetapkan tujuan keuangan jangka panjang akan membuat hal-hal yang kamu inginkan mungkin terjadi.

7. Berutang Kartu Kredit

Utang kartu kredit adalah salah satu masalah keuangan terbesar yang terjadi pada orang dewasa muda. Jika Kamu memilih untuk membuat pembayaran bulanan minimum, Kamu mungkin baru bisa melunasi kartu kredit kamu pada usia tiga puluhan nanti. Padahal pada saat itu kamu butuh banyak biaya. Sulit untuk menyimpan uang jika kamu berutang. Jadi cobalah untuk fokus untuk melunasi utang kartu kredit Kamu sesegera mungkin.

8. Jangan Ulangi Kesalahan Di Atas

Sudahkah kamu mengidentifikasi kesalahan-kesalahan di atas? Seberapa sering melakukannya? Segera lakukan perubahan pola hidup dan keuangan buruk itu agar bisa terlepas dari persoalan yang akan semakin membelit kamu.

Gambar : Google.com
Read More

Kamis, 17 Maret 2016

wapannuri.com - Empat tahun lalu, saya tersentak ketika sedang berbicara dengan mama saya. Topik apa lagi jika bukan mengenai uang ? Malam itu, setelah berbasa-basi sejenak, mama mulai bertanya berapa jumlah tabungan saya. Kemudian dia melanjutkan bertanya mengenai gaji saya. Bukan pertanyaan ini yang membuat saya kaget, tetapi perhitungan mama saya yang bikin mata ini terbuka. Saya yakin ilustrasi ini akan membuat anda tercengang juga !

Saya mengatakan kalau di tabungan saya kurang lebih ada lima juta. Terus saya bilang kalo gaji saya sebulan dua juta rupiah. Dan saya sudah bekerja kurang lebih tiga tahun. Menurut perhitungan mama, seharusnya di tabungan saya ada tiga puluh juta rupiah. Hah ??  Langsung saja saya terpaku ! Mama menjelaskan kalau dua juta kali dua belas dan kali tiga jumlahnya 72 juta.


Karena saya masih tinggal di rumah orang tua, maka tidak perlu bayar listrik, bayar air, beli makanan, beli garam, beli sabun, dan segala keperluan rumah tangga. Pendeknya, duitmu itu utuh, lagian...kamu gak pernah kasih mama uang belanja ! Dan perhitungan 30 juta itu adalah perhitungan paling kecil, seharusnya di tabunganmu ada lebih dari itu. Jadi...pertanyaannya adalah...kemanakah larinya uang pribadimu ?? 
Setelah mendengar kata-kata tersebut, otak saya tak berhenti berputar mencari jawaban atas pertanyaan tadi. Saya tidak bisa menolak argumen mama karena dia 100% betul. Saya sadar kalau ternyata manajemen keuangan pribadi saya kacau balau. Dan dari detik itulah saya memperbaikinya. Dan tulisan ini adalah cara baru saya mengelolah keuangan. Semoga berguna.

DUA JENIS MANUSIA
Menurut saya, hanya ada dua jenis manusia jika ditinjau dari cara mereka mengatur keuangan pribadinya. Jenis pertama adalah mereka yang mencukupkan pengeluarannya berdasarkan pendapatannya. Dan jenis berikutnya adalah mereka yang menentukan pengeluarannya baru kemudian mencari cara untuk mencukupkannya. Tidak ada yang jelek ataupun yang baik dari kedua jenis ini, masing – masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Yang terbaik adalah yang sesuai dengan kepribadian anda !

Saya termasuk jenis pertama, dan akibatnya adalah tulisan ini akan berat sebelah... he... he...he... Mau gimana lagi, kan ini blog saya dan tujuannya adalah membagikan pengalaman hidup saya. Tetapi menurut pendapat saya, tips mengelolah keuangan pribadi yang akan saya bagikan di sini bisa diterapkan untuk jenis manusia apapun. Mengapa ? Karena saya jenius ! ^-^' (ha...ha...ha....pede amaaat....!!)

Setiap bulan, setelah menerima amplop dari tempat kerja, maka saya akan membagi  isinya menjadi beberapa bagian :
  1. Kas rumah tangga, karena saya udah menikah !! (Prioritas 1)
  2. Tabungan masa depan (Prioritas 2)
  3. Keperluan pribadi  (Prioritas 3)
Nah...selama sebulan kedepan saya harus hidup dengan jumlah uang di pos keperluan pribadi. Cukup atau nggak cukup yaah harus dicukup-cukupkan, kan itu uang sisa... hik... hik..hik.... kalo gak cukup yaa....gak jajan. Kadang kala saya ingin menambah penghasilan bulanan saya dengan cara cari ceperan, tetapi saya bukan tipe pekerja yang suka ambil resiko alias “tipe cari aman”. Saya sadar bahwa saya bukan tipe mesin pengeruk uang yang baik, tetapi saya adalah tipe pengelolah uang yang baik. Karena itu saya lebih pas dengan mencukupkan apa yang saya dapat dan mengelolahnya supaya memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari bunga bank. Salah satu caranya adalah dengan membeli emas batangan (jika memungkinkan hal ini akan saya tulis di kemudian hari) dan beli dollar.

Sementara itu, teman saya yang namanya Jonas adalah tipe kedua yaitu tipe yang menentukan pengeluarannya terlebih dulu kemudian mencari cara untuk mencapainya. Biasanya jenis ini adalah mesin pengeruk uang yang efektif. Dan memang begitulah si Jonas ini. Dia pinter sekali mencari peluang usaha dan mendapatkan uang. Saya rasa inilah keadilan Tuhan semesta alam. Tiap – tiap kepribadian diberi kelebihan sekaligus kekurangan. Saya kurang pandai mencari uang tetapi pandai mengelolahnya, di lain pihak, si Jonas pandai mencari uang tetapi lemah dalam pengaturannya. Pernahkah anda membayangkan jika kedua pribadi ini digabung akan menjadi apa kelak ? Jawabannya adalah bentuk usaha dan kerjasama tim yang ideal ! Dan ini sudah dibuktikan dengan usaha kami bersama dalam The sainT, wedding organizer.

KAYA  ATAU MISKIN ADALAH SOAL MANAJEMEN KEUANGAN, PERENCANAAN DAN KEBERUNTUNGAN!
Perbedaan utama mengenai orang kaya dan dan miskin ada pada sikap mental. Orang yang mempunyai sikap optimis sudah pasti ditakdirkan menjadi orang kaya. Namun antara takdir dan kenyataan belum tentu sama karena ada beberapa hal yang menentukan antara takdir dan kenyataan. Salah satunya adalah perencanaan. 

Jika anda adalah seorang karyawan maka anda memiliki pendapatan yang pasti tiap bulannya. Tugas anda adalah menyisihkan sedikit pendapatan anda untuk investasi. Jumlahnya tidak penting, yang penting adalah disiplin ! Ingatlah pepatah sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Sebaliknya jika anda seorang pengusaha maka alokasi untuk investasi masa depan anda tidak akan sama jika anda seorang karyawan. Ada masa krisis dan ada masa jaya. Jika anda tidak disiplin maka anda akan selalu kekurangan baik ketika anda krisis maupun ketika sedang jaya. Gampangnya, ketika usaha sedang rame, jumlah investasi anda seharusnya lebih besar bukan jumlah konsumsinya. Seorang teman saya yang memiliki bisnis travel mengerti tentang hal ini tetapi tidak melakukannya, sebab bicara memang mudah daripada melakukan ! Tidak heran dia selalu kekurangan uang ketika masa paceklik. Godaan untuk meningkatkan pengeluaran ketika sedang mendapatkan banyak uang lebih besar daripada memikirkan masa depan. Percayakah anda bahwa kaya atau miskin ditentukan oleh perencanaan ?
Masalah yang umumnya terjadi adalah pertanyaan, “Mau nambung gimana pak ? Wong buat makan sehari-hari saja tidak cukup !!” Betul sekali ! Pertanyaan anda itu adalah pertanyaan klasik yang ditanyakan di tiap-tiap generasi. Jawaban saya adalah “BAYAR HARGA !”  

Cobalah bertanya kepada orang kaya yang anda kenal, berapa jam mereka bekerja, berapa harga yang harus mereka bayar supaya menjadi kaya, dan apa yang telah mereka lakukan sehingga bisa menjadi kaya ? Saya yakin anda akan kaget dengan pengorbanan yang mereka lakukan dan tingginya harga yang harus mereka bayar. Semua membutuhkan perjuangan dan usaha. Dan apa yang anda lakukan akan mendapatkan balasan yang setimpal. Pertama-tama, disiplin untuk menyisihkan sebagian pendapatan anda, jangan terlalu memikirkan jumlahnya (karena saya yakin jumlahnya akan meningkat seiring dengan berjalannya waktu). Saya sendiri belajar dari 300.000/bulan kemudian naik menjadi 500.000/bulan dan sekarang sudah diatas 1.000.000/bulan. Kemudian setelah terkumpul anda bisa menginvestasikan tabungan tersebut di instrumen keuangan yang memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada bunga bank.Saran saya adalah di Logam Mulia. Instumen ini rata-rata tingkat pengembaliannya 15%/tahun dan sangat aman sebagai media investasi. Belilah emas batangan bukan emas perhiasan karena emas perhiasaan dipotong ongkos ketika anda menjualnya kembali. 

Saya menyebut hal diatas tadi dengan manajemen keuangan. Dan sebenarnya hal inilah yang menyebabkan orang kaya bertambah kaya. Tahun 2008 lalu, saya membeli emas batangan seharga Rp 250.000/gram. Emas batangan tersebut saya jual dengan harga Rp 330,000,00 pada pertengahan Januari 2010 ini. Hal itu berarti 32% selama dua tahun. Anggap saja uang yang saya investasikan di emas ini adalah 100juta, maka keuntungan pasif saya adalah 32juta selama dua tahun. Jumlah yang lumayan besar untuk penghasilan pasif bukan ? Bandingkan jika anda taruh di bank yang tingkat suku bunganya 6 -8% pertahun. 

Manajeman keuangan adalah soal mengelolah uang supaya memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Anda akan menemukan masalah ini ketika jumlah uang di tabungan anda bertambah banyak....he...he...he....Saya sendiri tidak menyadari akibat kedisiplinan menabung saya semenjak 10 tahun yang lalu. Banyak sekali duit saya....mau diapakan yaa ?? Ayo foya-foya...!!

Saya rasa inilah efek samping dari tipe mencukupkan pengeluaran berdasarkan pendapatan, yaitu sebuah gaya hidup. Karena terbiasa memprioritaskan masa depan maka secara tidak langsung gaya hidup saya berubah. Saya lebih bisa memilih antara kebutuhan dan keinginan hidup, saya lebih berorientasi ke masa depan daripada saat ini, dan saya lebih bisa makan tidak enak sehari-harinya...ha...ha...ha....

JADI.....??
Pada hakekatnya, hidup adalah pilihan ! Kita bisa memilih menjadi dewasa atau bertambah usia saja. Kita bisa memilih menjadi orang kaya atau tetap seperti saat ini. Dan kita bisa memilih menerapkan apa yang saya bagikan di Manajemen keuangan pribadi ini atau menanggapinya sambil lalu. Tidak ada seorangpun yang bisa memaksa anda untuk memilih selain diri anda sendiri, sebaliknya tidak ada seorangpun yang merasakan akibatnya selain diri anda sendiri. Suka atau tidak, benar atau salah, pepatah “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” akan tetap berlaku.

Jangan salah sangka, saya tidak bermaksud menakut-nakuti anda ! Tetapi jangan sampai anda akan tertegun ketika mama saya bertanya kepada anda, “Berapa uang yang ada dalam tabungan anda ?”
Read More

Kamis, 25 Februari 2016

artikel.okeschool.com - Mengelola keuangan pribadi amat penting bagi semua kalangan. Membuat pembukuan dapat dilakukan oleh semua orang, tak memandang status sosial ataupun gaji bulanan. Salah satu tujuannya adalah agar pengeluaran tak lebih besar daripada pemasukan. Jika sampai pengeluaran jumlahnya lebih besar, anda mungkin akan meminjam uang untuk menutupi kebutuhan dan akhirnya terlilit utang. Berikut cara mengatur keuangan pribadi atau gaji bulanan :

Mulai menabung sejak dini
Biasakan untuk menabung karena akan berguna jika suatu saat anda mengalami masalah keuangan. Anda dapat menggunakan layanan Bank untuk men-debit otomatis sebagian gaji yang anda terima.

Jika masih mungkin untuk meminjam atau menyewa, maka hindari membeli. Jika anda ingin sebuah barang yang hanya akan digunakan sekali atau 2 kali saja, sebaiknya tak perlu membeli. Anda dapat menyewa atau meminjam karena akan jauh lebih murah. Ini merupakan salah satu hal penting dalam manajemen pengelolaan keuangan. Semakin banyak dana yang bisa anda hemat, maka akan semakin baik.

Jika berkeinginan mencicil barang, pilihlah angsuran yang DP besar. Dan akhirnya yang anda lihat jumlah total yang harus anda bayar. Misal anda memilih barang yang ber-DP kecil, lalu bunganya tinggi. Anda akan membayar hingga dua kali lipat harga barang tersebut. Oleh karena itu usahakan melunasi cicilan secepat mungkin.

Mencari asuransi
Anda takkan pernah tahu kapan anda akan membutuhkan uang dalam jumlah banyak. Oleh karenanya amat disarankan agar anda mencari dan milih asuransi yang bisa menjaga keuangan anda di masa krisis.

Gunakan kredit card
Banyak orang kurang suka memakai kredit card karena justru akan menyebabkan pemborosan. Pada dasarnya akan kembali lagi kepada pribadi anda sendiri.Orang yang telah terbiasa berhemat umumnya tidak akan mengalami masalah ketika memegang kartu kredit. Kartu kredit dibuat bukan untuk membuat anda boros, hanya saja banyak kalangan menyalah gunakannya. Bahkan jika anda tidak ingin kartu kredit, rasanya anda tetap harus memilikinya untuk menciptakan credit score.

Buat pembukuan rapi dan teratur
Buatlah pembukuan tentang jumlah pemasukan dan pengeluaran perbulan. Dengan cara ini anda akan tahu mana yang harus diutamakan dan mana yang harus dinomorduakan. Jika jumlah pengeluaran jauh lebih besar melebihi pemasukan, maka sudah saatnya anda mulai mengelola keuangan dengan lebih baik & bijak.

Tetapkan Tujuan Keuangan
Bagi beberapa orang, tidak ada yang lebih menarik dibandingkan menyisihkan sebagian uang untuk membeli rumah dengan tiga kamar tidur berpagar putih. Mimpi lain melanglang buana ke seluruh dunia.

Memang benar jika memiliki tujuan yang pasti akan membuat lebih mudah mengatur keuangan pribadi. Hal itu juga akan menjadi motivasi untuk mengumpulkan pendapatan.

Sisihkan sejumlah uang setiap hari
Berapapun jumlahnya, jika ditumpuk nantinya akan menjadi banyak. Contohnya setiap hari anda belanja dan menerima kembalian. Simpan saja uang kembalian itu kedalam celengan. Anda takkan merasa menyisihkan/menabung uang dengan cara seperti ini.

Buat Rencana Pengeluaran
Kebanyakan orang menghabiskan sekitar 2/3 dari pendapatan mereka pada tiga hal penting, yakni: makanan, perumahan, dan transportasi. Adapula pembayaran utang, tabungan, biaya rumah tangga, dan barang-barang opsional seperti hiburan.

Anda sebaiknya membuat anggaran tahunan dengan mengalokasikan tujuan belanja berdasarkan pembagian pos masing-masing.

Pisahkan antara kebutuhan dan keinginan
Ada sebuah saran menarik, bila anda ingin aman dalam mengatur keuangan anda, maka maknailah kebutuhan dan keinginan dengan cara yang bijak. Kebutuhan dan keinginan bukanlah dua hal yang sama. Anda harus benar-benar mengerti mengenai arti dari kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan merupakan sesuatu yang dibutuhkan dalam satu bulan, yang wajib untuk dipenuhi. Sedangkan keinginan adalah suatu keinginan atau hasrat untuk membeli sesuatu yang diinginkan dan tidak wajib untuk dipenuhi.

Apabila anda memiliki suatu keinginan, alangkah baiknya anda menabung terlebih dahulu untuk membeli keinginan tersebut. Sebab apabila anda memaksakan untuk membeli, bisa-bisa uang bulanan anda tidak akan cukup untuk satu bulan.

Tahan Diri Terhadap Godaan Tawaran Penjualan
Toko memang diciptakan untuk menguras habis kantong pembeli. Tawaran promosi seperti diskon, hadiah hiburan adalah beberapa teknik yang digunakan penjual untuk menarik konsumen.

Tapi jika kita mengetahui trik mereka, akan membuat kita bisa menahan godaan dari tawaran-tawaran tersebut. Hal lebih mudah adalah segera mengatakan tidak atas semua tawaran tersebut.

Lacak Pengeluaran Pribadi
Melacak setiap pengeluaran selama dua minggu dapat menyaring pengeluaran yang tidak perlu, seperti makanan restoran dan biaya taksi.

Mencari Produk Serupa yang Menawarkan Harga Lebih Murah
Penetapan harga produk di sebuah toko ternyata bisa jauh lebih mahal dari harga awal produk tersebut. Jika ketika ingin membeli satu produk dan melihat harga yang lebih rendah tercantum di tempat lain, jangan ragu untuk pindah ke toko tersebut.

Lakukan Riset Online Sebelum Mengunjungi Toko
Situs review produk, dan gudang diskon online sering memberikan informasi tentang bagaimana dan di mana untuk menemukan penawaran terbaik.
Apalagi jika ada tawaran pengiriman gratis, bisa membuat pembelian online sebagai pilihan.

Cari Pendapatan Lebih dari Satu Sumber
Pada zaman sekarang apapun bisa terjadi. Kurangnya keamanan kerja di pasar saat ini membuat siapa pun bisa kehilangan pekerjaan atau menghadapi pemotongan gaji.

Namun hal ini diperbaiki jika ada sumber penghasilan kedua. Carilah ide-ide tentang cara untuk mendapatkan lebih banyak uang.
Mulai Bisnis Sendiri

Seperti di Amerika, resesi mengilhami banyak orang untuk mengeksplorasi kewirausahaan, sebagai cara untuk mengambil kembali kendali kehidupan finansial mereka.

Bahkan usaha relatif kecil, seperti blog yang menghasilkan uang melalui iklan atau kebun yang menghasilkan bunga, bisa berubah menjadi sumber keamanan finansial.

Negosiasikan Gaji Kembali
Banyak pekerja merasa beruntung memiliki pekerjaan dalam kondisi saat ini. Namun kadang meminta kenaikan gaji dapat menjadi langkah yang lebih cerdas.
Jika Anda baru saja berganti pekerjaan, menerima promosi, atau menyadari dibayar rendah dibandingkan dengan rekan-rekan yang lain, mungkin sudah saatnya untuk duduk dengan atasan dan meminta kenaikan gaji.

Jangan Menghindar dari Utang
Utang memiliki reputasi buruk karena dinilai menyebabkan kebangkrutan. Namun mengambil kredit dengan pengelolaan yang tepat ternyata dapat berguna.
Kredit memungkinkan orang untuk membeli rumah maupun membiayai keperluan mendesak lainnya. Tapi tetap evaluasi keputusan tentang utang ini dengan mempertimbangkan dampaknya secara hati-hati.

Bersodaqoh dan Berdo’a
Nah yang terakhir ini juga nggak kalah pentingnya nih, dengan beramal pintu Rejeki kamu akan selalu terbuka. untuk hal ini pastinya kalian sudah paham kan?
Read More

Kamis, 14 Januari 2016


kelolakeuangan.com - Pikiran anda akan tertekan jika anda mendapatkan sebuah beban. Terlebih lagi jika beban tersebut berasal dari masalah keuangan anda. Pengeluaran yang tidak sesuai dengan pemasukan anda akan membuat anda pusing.  

Terlebih harga barang yang semakin meningkat naik, sedangkan pemasukan anda tidak juga ikut naik. Anda harus memutar otak anda untuk menambah pemasukan agar dapur kembali mengepul. Cara yang paing efektif adalah menambah pemsukan atau memengkas pengeluaran.

Berikut kami berikan jurus ampuh agar bisa mengelola pengeluaran dengan baik dan andapun bisa tidur nyenyak.

1. Merencanakan pengeluaran dengan cermat
Jangan sampai anda salah dalam memasukkan mana item yang masuk dalam pengeluaran wajib, mana yang bukan termasuk dalam pengeluaran wajib. Pastikan semua hal yang termasuk cicilan, rekening,  koran, biaya sekolah, biaya makan, tabungan, dan asuransi masuk dalam pengeluaran wajib anda. Anda bisa menggunakan dompet elektronik untuk mempermudah rencana keuangan anda.

2. Selesaikan hutang anda terlebih dahulu
Terlebih dahulu anda menghitung hutang  yang anda miliki. Mulai dari bunga, nilai akhir, kapan berakhir serta berapa sisa hutang yang ada. Mulilah menutupl hutang yang bernilai bunga tinggi, baru kemudian yang kecil.

3. Koreksi dan hitung cicilan dengan yang benar
Prediksikan dengan tepat, cicilan harian, bulanan dan tahunan anda, agar tidak terus menerus membebani pengeluaran anda.

4. Melancarkan pengeluaran rumah tangga
Jangan sampai anda mengkesampingkan keluarga anda. Tetaplah memikirkan kebutuhan dan urusan keuarga anda. Lunasi pembayaran urusan keluarga jangan sampai ada tunggakan.

5. Hitung beban pengeluaran
Kumpulkan semua bukti pengeluaran anda selama ini. Hitung ulang beban pengeluaran anda, pisahkan dan prediksi mana yang penting, mana yang harus dihentikan.

6. Hindari pengeluaran yang tidak penting
Kurangi atau hindari pengeluaran anda yang besar yang tidak begitu penting seperti berbelanja barang-barang elektronik atau jalan-jalan ke luar negeri.
Read More

Rabu, 09 Desember 2015

kelolakeuangan.com - Boros adalah lawan dari hemat. Sikap boros itu merugikan sedangkan sikap hemat itu menguntungkan. Boros membeli apa saja yang tidak di butuhkan, tapi membeli hanya didasari keinginan saja.
Ada juga yang berpendapat ini bukan boros, melainkan ini memang sebuah gaya hidup yang semestinya harus begini. Ini adalah persepsi yang salah, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak bagus dan pasti dampakmya juga tidak bagus pula.

Jika anda merasa mempunyai sifat di atas segera sadar, dan segera perbaiki diri anda, sebelum sifat ini menguasai diri anda.

Trik yang perlu anda lakukan untuk mengatasi sifat boros ini adalah:

1. Buatlah batasan terhadap diri sendiri
Anda sendiri yang tahu sejauh mana kemampuan keuangan anda bukan orang lain. Mulailah dengan membuat batas pengeluaran pada diri anda dan pada keluarga anda. gunanya untuk membatasi ruang gerak uang anda, agar tidak terbawa arus boros.

Sebagai contoh anda membeli pakaian baru setiap bulannya menghabiskan Rp 200.000. Mengenai tinggi rendahnya anggaran yang anda tentukan tergantung pada kemampuan anda. Anda bisa dikatakan boros jika anda mengeluarkan uang untuk hal yang tidak perlu dan anggarannya melebihi batas pengeluaran anda.

2. Jadilah pribadi yang kokoh
Setiap orang jika melihat barang yang baru dan bagus pasti tertarik. Ini adalah wajar dan manusiawi, beginilah manusia yang tidak puas dengan apa yang mereka miliki saat sekarang ini.

Setiap anda pergi ke supermarket maka mata anda akan dimanjakan dengan pemandangan barang-barang bagus. Dan pasti anda ingin membelinya. Tenang saja, bukan anda saja yang punya sifat seperti ini, hampir sebagian orang juga seperti anda tapi yang membedakan adalah apakah anda bisa mengendalikan “nafsu” anda atau tidak, mungkin jika anda tidak bisa mengendalikannya bisa jadi anda membeli semuanya sedangkan uang anda terbatas. Jadi hanya anda yang bisa mengatasi “nafsu” ini dan tidak terjerat pada sifat boros.

3. Jangan terlena oleh diskon
Ingatlah anda membeli barang karena kebutuhan bukan karena adanya diskon. Jika ada diskon berapapun besarnya jika anda tidak butuh barang itu maka jangan di beli. Karena diskon dibuat agar “memaksa” anda untuk membeli barang tersebut.

Sekali lagi hanya diri anda yang bisa mencegah sifat boros ini, bukan orang lain. Percuma jika anda menekan pengeluaran agar tidak boros tanpa dibarengi tekad untuk menghilangkan sifat boros ini.
Read More